June 22, 2021

Jagat Olahraga

Berita Olahraga, Berita Bola, Terbaik dan Terpercaya, Berita Politik, Hukum, Sosial, Budaya Seputar Nasional dan Internasional.

Jagat Olahraga

Cuplikan layar video dari Kanal Berita IMBC memperlihatkan beberapa orang sedang mengangkat jenazah untuk di lemparkan ke laut lepas.

Video Jenazah ABK Dibuang Kelaut Oleh Crew Kapal China, Long Xing

IMBC.com melaporkan via Jagat Olahraga – Pada 30 Maret, di daerah Samudra Pasifik.

Sebuah peti mati yang dibungkus kain merah ditempatkan di geladak kapal Cina, menurut laporan imbc news, jenazah tersebut adalah salah seorang awak kapal yang telah meninggal yang bernama Ari, pelaut dari Indonesia yang berusia 24 tahun.

Setelah bekerja kurang lebih dari satu tahun di atas kapal nelayan Tiongkok tersebut, Ari dikabarkan sakit dan meninggal di kapal. Kru nelayan yang ber-kewarga negaraan dari Cina di sekitar peti mati memiliki penghormatan sederhana dengan membakar dan menganggukan badan disertai dupa serta menaburkan alkohol.

Di video tersebut, Salah seorang awak kapal berkata “Apakah ada orang lain yang ingin melakukan penghormatan?”, kemudian mereka mengangkat peti mati tersebut dan melemparkannya ke laut.

Sumber Video dari: imnews.imbc.com

Ari seorang #ABKIndonesia dimakamkan di lautan kedalaman yang tidak diketahui, dan sulit untuk ditemukan.

Pemberitaan IMBC.com dilakukan secara eksklusif dengan mengambil angle ABK asal Indonesia yang disebut bekerja selama 18 jam dalam sehari.

Dilaporkan juga, apabila mereka jatuh sakit dan pada akhirnya meninggal dunia, maka jenazahnya akan dibuang ke laut disertai sedikit penghormatan jenazah dengan cara mereka. Menurut IMBC.com, mereka mendapatkan rekaman tersebut, ketika kapal itu bersandar di Pelabuhan Busan. Para ABK asal Indonesia meminta bantuan kepada Pemerintah Korea Selatan dan media setempat untuk mempublikasikannya.

Drs. Umar Hadi, MA, Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan

Dilasnir dari Kompas.com, Duta Besar Republik Indonesia untuk Korea Selatan, Umar Hadi mengatakan, saat ini pihaknya tengah menindaklanjuti kasus tersebut melalui Serikat Pekerja Perikanan Indonesia (SPPI) di Korea Selatan.

Menurut Umar, kasus tersebut saat ini tengah diperiksa oleh otoritas penegak hukum Korea Selatan. “Melalui jasa pengacara probono, mereka memiliki beberapa tuntutan dan sekarang kasusnya tengah diperiksa oleh otoritas penegak hukum di Korsel,” kata Umar, Kamis (7/5/2020) pagi.

Umar mengatakan, ada 15 ABK warga negara Indonesia yang diturunkan di Pelabuhan Busan pada 24 April 2020. Saat itu, mereka dibawa oleh kapal penangkap ikan Long Line berbendera China. Namun, kapal itu bukan tempat bekerja 15 ABK WNI.

Menurut keterangan dari Umar, nama kapal tempat mereka bekerja adalah Long Xing.

“Kalau kapal nama mereka bekerja namanya Long Xing, tapi mereka turun di Busan tidak dari kapal itu, jadi dipindahkan ke kapal lain. Kapal-kapal itu perusahaan pemiliknya di Tiongkok bukan di Korsel,” jelas dia.

Ketika tiba di Busan, 15 ABK WNI tersebut kemudian menjalani masa karantina selama 14 hari, sesuai aturan pemerintah selama masa Covid-19. Satu di antara ABK tersebut, kata Umar, meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan di rumah sakit karena pneumonia.

“Kemudian kita ketahui satu dari mereka sakit keras. Lalu kami fasilitasi untuk mendapatkan perawatan di rumah sakit di Busan, namun kemudian ia meninggal dunia,” kata Umar.


Sponsored by:

Klik Gambar dibawah ini untuk meraih kesempatan menangkan hadiah jutaan rupiah!!!

Macaubet adalah situs judi dan taruhan online yang selalu berkomitmen memberikan pelayanan terbaik untuk setiap membernya. Macaubet sudah berdiri sejak tahun 2003 di indonesia dan telah terpercaya sebagai situs judi terbaik dan terpercaya.


%d bloggers like this: