June 24, 2021

Jagat Olahraga

Berita Olahraga, Berita Bola, Terbaik dan Terpercaya, Berita Politik, Hukum, Sosial, Budaya Seputar Nasional dan Internasional.

Jagat Olahraga

Foto ilustrasi "Thank you medical workers" ©Jagat Olahraga

Semakin Banyak Tenaga Medis Indonesia Yang Meninggal Melawan COVID-19

Ketika negara itu masih berjuang untuk meratakan kurva transmisi COVID-19, lebih banyak pekerja medis telah menjadi korban penyakit ini, dengan lusinan dokter dan perawat di seluruh negeri menyerah pada coronavirus.

Menurut Asosiasi Medis Indonesia (IDI), setidaknya 27 dokter telah meninggal karena penyakit pada hari Rabu.

Salah satunya adalah seorang ahli saraf dari rumah sakit Universitas Sumatera Utara (USU) di Medan, Irsan Nofi Hardi Nara Lubis, 56 tahun, yang meninggal pada hari Senin setelah empat hari perawatan untuk COVID-19.

Juru bicara satuan tugas COVID-19 Sumatera Utara, Aris Yudhariansyah, mengatakan Irsan telah dirawat di rumah sakit Colombia Asia Medan setelah dites positif terkena penyakit coronavirus. Dia dimakamkan di bawah protokol penguburan COVID-19 di sebuah pemakaman di kompleks perumahan Perumnas Simalingkar di kota.

“Kami masih melacak riwayat kontaknya [dengan COVID-19],” kata Aris, seraya menambahkan bahwa dokter masih tidak tahu bagaimana Irsan tertular penyakit itu.

Dia menambahkan istri Irsan, yang juga seorang dokter, berada di rumah sendiri, sementara pihak berwenang sedang menunggu hasil tes COVID-19-nya.

Juru bicara Rumah Sakit USU Evi Sumianto mengatakan Irsan telah menjadi “panutan” di rumah sakit karena rendah hati kepada orang-orang di sekitarnya. “Kami baru saja kehilangan salah satu staf medis terbaik yang pernah kami miliki.”

Hingga Rabu sore, ada 235 COVID-19 kasus dan 28 kematian telah dikonfirmasi di seluruh Sumatera Utara.

Seorang dokter dari Surabaya, Jawa Timur, juga telah ditambahkan ke daftar panjang dokter yang menyerah pada penyakit ini. Boedhi Harsono meninggal karena COVID-19 pada hari Senin di Rumah Sakit Nasional di ibukota provinsi, seperti yang dilaporkan oleh IDI pada akun Instagram-nya.

View this post on Instagram

IDI Berduka..

A post shared by PB Ikatan Dokter Indonesia (@ikatandokterindonesia) on

Juru bicara IDI Halik Malik mengatakan Boedhi telah dites positif COVID-19 sebelum kematiannya. Namun, ia melanjutkan dengan mengatakan bahwa asosiasi tersebut belum mendapatkan detail mengenai sejarah medis Boedhi.

Juru bicara itu menambahkan bahwa istri Boedhi, juga seorang dokter, juga telah terinfeksi dan menerima perawatan di rumah sakit yang sama.

“Sebuah tim dari IDI di Surabaya telah melaporkan bahwa kondisinya kritis. Dia masih menerima perawatan di unit perawatan intensif [ICU] dan didukung oleh peralatan pendukung pernapasan, ”kata Halik, Rabu.

Dalam kematian lain di antara staf medis di Surabaya, seorang perawat yang bekerja di pusat rujukan COVID-19 di kota itu, Rumah Sakit Mohamad Soewandhie, meninggal karena penyakit pada Rabu pagi.

Perawat, Suhartatik, sebelumnya bekerja di ICU stroke rumah sakit sampai ia menunjukkan gejala COVID-19. Dia akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Husada Utama setelah menerima perawatan di rumah sakit tempat dia bekerja.

Juru bicara rumah sakit Soewandhie, Rince Pangalila, mengatakan tidak diketahui bagaimana perawat mengontrak virus corona, seperti dikutip tribunnews.com.

Kematian Suhartatik dikonfirmasi oleh ketua Asosiasi Perawat Indonesia (PPNI) Harif Fadhillah pada hari Rabu, mengatakan bahwa asosiasi tersebut masih menyelidiki apakah perawat itu terinfeksi ketika dia sedang bertugas.

“Dia dilaporkan sakit bahkan sebelum dia terinfeksi COVID-19. Namun, kami masih mencari konfirmasi, “katanya.

Menurut PPNI, 20 perawat di seluruh dunia telah meninggal karena COVID-19, meskipun jumlah sebenarnya mungkin lebih tinggi dari catatan resmi.

“Kami hanya mencatat kematian perawat yang terinfeksi COVID-19 ketika mereka bertugas. Jumlahnya mungkin jauh lebih tinggi, mengingat bahwa perawat yang tidak bertugas mungkin juga terinfeksi.”

Sebelumnya, seorang perawat hamil empat bulan bernama Ari Puspita Sari yang dicurigai menderita COVID-19 di Surabaya meninggal pada hari Senin setelah menerima perawatan di dua rumah sakit.

Pada saat kematiannya, Ari hanya diduga memiliki COVID-19. Namun, gugus tugas COVID-19 provinsi akhirnya mengungkapkan bahwa tes usap Ari kembali positif.

“Sebelum kematian Ari, 64 staf medis dipastikan mengontrak COVID-19, tiga di antaranya telah meninggal karena penyakit ini,” kata kepala satuan tugas Joni Wahyuhadi, Rabu.


Sponsored by:

Klik Gambar dibawah ini untuk meraih kesempatan menangkan hadiah jutaan rupiah!!!

This image has an empty alt attribute; its file name is 98287835_1080826972297244_8605573531770401152_n.jpg

Hallo bosku, Bingung mau cari situs Togel dan judi online terpercaya
Yuk gabung bersama Macaubet
1 user ID untuk semua permainan
Proses Deposit & Witdraw Tercepat Terpercaya butuh proses 3 sampe 5 menit saja.
Minimal Deposit Rp. 50.000
Macaubet adalah satu-satunya situs judi online terlengkap dan terpercaya sejak tahun 2003

untuk informasi bosku bisa menghubungi:
Whatsapp CS resmi:
WA : +6281324774100
WA : +6281225179241
.
.
ikuti juga promo-promo menarik lainnya, dengan hadiah Total Rp. 7.500.000.000 (7,5 Milyar)
syarat nya gabung di group facebook kami: https://bit.ly/35OofJ8
bagi yang belum gabung segera gabung bosku^_^
nikmati sensasi bermain game dengan Macaubet, dan raih kesempatan menangkan uang Jutaan rupiah!!

Macaubet adalah situs judi dan taruhan online yang selalu berkomitmen memberikan pelayanan terbaik untuk setiap membernya. Macaubet sudah berdiri sejak tahun 2003 di indonesia dan telah terpercaya sebagai situs judi terbaik dan terpercaya.

%d bloggers like this: