June 24, 2021

Jagat Olahraga

Berita Olahraga, Berita Bola, Terbaik dan Terpercaya, Berita Politik, Hukum, Sosial, Budaya Seputar Nasional dan Internasional.

Nizar Murbanisaka

Pernikahan Mikro Dimasa Pandemi: “Ini Tentang Kualitas, Bukan Kuantitas”

MNM, “The unknown writer from another space”

Pendapat yang dikemukakan di article ini adalah dari penulis dan tidak mencerminkan pandangan Jagat Olahraga.

Virus corona berdampak pada berbagai sisi kehidupan, termasuk penutupan bandara di beberapa negara, juga menghambat moment-moment penting seperti acara penikahan, tetapi semuanya kembali kepada diri kita sendiri.

Ini Tentang kualitas, bukan kuantitas“.

Dalam hal acara pernikahan, kalimat tersebut diatas sangatlah tepat untuk diterapkan pada masa-masa seperti ini, seperti yang telah dibuktikan oleh beberapa tren pernikahan mikro yang mulai meningkat awal bulan Juni tahun ini, dan kemungkinan akan menjadi kegemaran yang meningkat seiring praktik jarak sosial yang terus berlanjut untuk masa depan yang tak terduga.

Baca Juga: Opini Penulis: Pembunuhan Demokrasi Atas Nama COVID-19

Dengan konsep pernikahan micro dimasa pandemik, Penulis teringat pada sebuah article lama dengan judul “Aku, Kau, KUA dan Corona: Petugas Pernikahan Lawan COVID-19 Atas Nama Cinta”.

Jika anda membaca article tersebut anda pasti ingat dengan nama Siti Hanipah Putri Suhendra dan Dani Ramdani, yang berencana untuk mengadakan pernikahan dengan konsep micro pada 02 Agustus, hari ini di salah satu Hotel di kota Bogor.

Dengan perencanaan yang cukup teliti dan matang, Dani dan Putri telah benar-benar siap untuk menggelar sebuah acara sekali seumur hidup mereka, dengan harapan dapat menciptakan sebuah pernikahan sederhana tanpa mengurangi makna dan keindahan dari pernikahan tersebut.

Banyak detail tentang protokol kesehatan seperti jarak sosial yang perlu diperhatikan untuk keselamatan beberapa undangan yang akan hadir di acara pernikahan mereka, dengan dibantu oleh kedua kakak laki-laki dari mempelai wanita (Putri) yaitu M. Nauval (34) dan M. Rizki Fatahillah (37), acara tersebut dapat berjalan lancar.

Dengan suguhan dekorasi sederhana namun tetap terlihat elegan dan cantik yang disuguhkan oleh Event Organizer yang cukup ternama, Doy’s Decoration, menjadikan acara tersebut bersuasana cukup meriah meskipun hanya dihadiri oleh beberapa keluarga tercinta dan sahabat-sahabat terdekat saja.

Masker jadi aksesori wajib yang digunakan. Beberapa tulisan peringatan untuk menjaga jarak, tempat cuci tangan, hingga cairan pencuci tangan pun disiapkan di depan. Tamu akan diarahkan langsung ke tempat duduk yang disediakan, tetapi banyak yang memilih berdiri, dan berjarak-jarak.

Di dalam sebuah ruangan, bangku-bangku diatur dengan jarak lebih kurang satu meter. Tiba-tiba terdengar teriakan, ”Gimana, sah?” Lalu dijawab serentak beberapa orang, ”Saaah.” Tepuk tangan riuh mengikuti. Beberapa orang bahkan tak menyadari bahwa proses ijab kabul sudah selesai.

Tidak lupa dengan sesi “drama” dimana kedua mempelai melakukan “sungkem” dengan di iringi nada musik yang cukup menyayat hati, dan dapat membuat kedua mempelai bahkan tamu yang hadir ikut merasakan sebuah moment sedih namun hanya untuk sementara..

Semua berlangsung dengan penuh hikmat. Para tamu kemudian bergantian memberikan kado atau sekadar berswafoto dengan pengantin.

Prosesi itu pun terlihat begitu cepat. Saat tamu undangan yang terbatas itu datang, mereka terpencar di sudut-sudut ruangan yang sudah disiapkan dan didesain agar menjaga jarak. Mereka berfoto, mengambil bingkisan suvenir, sesi makan makanan, dan lalu pulang.

Dengan kondisi pandemi seperti ini, tidak setiap anggota keluarga dapat menghadiri acara tersebut, berbagai faktor dapat menjadi penghambat bagi anggota keluarga yang jauh.

Pendemi, memang membatasi interaksi sosialnya dengan sahabat, bahkan keluarga. Namun, pandemi tidak menahan atau membatasi doa kita untuk mereka yang berbahagia. Anggota keluarga yang tidak dapat hadir tetap ikut berbahagia meski tak bisa menyaksikan langsung.

Baca Juga: Opini Penulis|Therapy Kejut dari Pandemi COVID-19

Di masa lalu, istilah pernikahan mikro atau pernikahan mungil seperti ini mungkin telah merubah secara visual dari sebuah pernikahan yang dihadiri banyak orang dengan pesta yang super mewah atau dengan mengadakan live music dengan di iringi saweran dari beberapa undangan yang hadir.

Sekarang, semua citra yang mengkilap dan penyesuaian upacara pernikahan tradisional dan resepsi telah diedit menjadi urusan yang lebih efisien dan terjangkau dengan hanya beberapa tamu.

Seperti yang Penulis katakan sebelumnya.. ini tentang kualitas, bukan kuantitas..

Baca Juga: OPINI Penulis|Video Tentang Ucapan Terima Kasih Untuk Sang Virus Mematikan

Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag) melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam mengeluarkan kebijakan terbaru terkait pelayanan nikah. Di dalam Surat Edaran tentang Pedoman Pelaksanaan Pelayanan Nikah pada masa pandemi Covid-19 yang diterbitkan 10 Juni 2020 ini, menyebutkan bahwa masyarakat diperkenankan untuk melaksanakan akad nikah di luar KUA.

Meskipun demikian, terdapat syarat-syarat yang wajib dipenuhi bagi calon pengantin bila ingin tetap melaksanakan akad nikah di luar KUA. Direktur Jenderal Bimas Islam, Kamaruddin Amin mengatakan bahwa dengan terbitnya edaran ini, maka calon pengantin diperkenankan untuk melangsungkan akad nikah di KUA, rumah, masjid, atau pun gedung pertemuan seperti hotel, dll.

Menurut Kamaruddin, Bimas Islam menerbitkan edaran ini untuk memberikan rasa aman sekaligus tetap mendukung pelaksanaan pelayanan nikah dengan tatanan normal baru (new normal). Menurutnya, dengan adanya surat edaran ini, pemerintah mengharapkan bahwa pelayanan nikah dapat tetap dilaksanakan. Namun, risiko penyebaran wabah Covid-19 dapat dicegah atau dikurangi.

Untuk mengetahui secara rinci, berikut 11 tata cara menikah saat pandemi Corona yang dilansir dari setkab.go.id.

Ketentuan Menikah Saat Pandemi Corona

  1. Layanan pencatatan nikah di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan dilaksanakan setiap hari kerja dengan jadwal mengikuti ketentuan sistem kerja yang telah ditetapkan.
  2. Pendaftaran nikah dapat dilakukan secara online antara lain melalui website simkah.kemenag.go.id, telepon, e-mail atau secara langsung ke KUA Kecamatan;
  3. Ketentuan sebagaimana dimaksud pada angka 1 dan angka 2 dan/atau terkait proses pendaftaran nikah, pemeriksaan nikah dan pelaksanaan akad nikah dilaksanakan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan dan semaksimal mungkin mengurangi kontak fisik dengan petugas KUA Kecamatan;
  4. Pelaksanaan akad nikah dapat diselenggarakan di KUA atau di luar KUA;
  5. Peserta prosesi akad nikah yang dilaksanakan di KUA atau di rumah diikuti sebanyak-banyaknya 10 (sepuluh) orang;
  6. Peserta prosesi akad nikah yang dilaksanakan di masjid atau gedung pertemuan diikuti sebanyak-banyaknya 20% dari kapasitas ruangan dan tidak boleh lebih dari 30 (tiga puluh) orang;
  7. KUA Kecamatan wajib mengatur hal-hal yang berhubungan dengan petugas, pihak Catin, waktu dan tempat agar pelaksanaan akad nikah dan protokol kesehatan dapat berjalan dengan sebaik-baiknya;
  8. Dalam hal pelaksanaan akad nikah di luar KUA, Kepala KUA Kecamatan dapat berkoordinasi dan bekerja sama dengan pihak terkait dan/atau aparat keamanan untuk pengendalian pelaksanaan pelayanan akad nikah dilaksanakan sesuai dengan protokol kesehatan yang ketat;
  9. Dalam hal protokol kesehatan dan/atau ketentuan pada angka 5 dan angka 6 tidak dapat terpenuhi, penghulu wajib menolak pelayanan nikah disertai alasan penolakannya secara tertulis yang diketahui oleh aparat keamanan sebagaimana form terlampir;
  10. Kepala KUA Kecamatan melakukan koordinasi tentang rencana penerapan tatanan normal baru pelayanan nikah kepada Ketua Gugus Tugas Kecamatan; dan
  11. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota melakukan pemantauan dan pengendalian pelaksanaan tatanan normal baru pelayanan nikah di wilayahnya masing-masing. 

Happy Weeding day to My Dearest sister. congratulations on marrying the man you love so much. You two look perfect and madly in love with each other
Love u guys as always..

MNM-the unknown writer from another space


%d bloggers like this: