June 24, 2021

Jagat Olahraga

Berita Olahraga, Berita Bola, Terbaik dan Terpercaya, Berita Politik, Hukum, Sosial, Budaya Seputar Nasional dan Internasional.

NBA Sumbangkan 1 Juta Masker Untuk Kota yang Mempunyai Infeksi COVID-19 Terparah di Dunia

Disaat hampir semua negara di seluruh pelosok dunia sedang berperang melawan coronavirus, NBA telah memutuskan satu langkah baik untuk berpartisipasi ikut membantu salah satu kota yang terkena wabah COVID-19 paling banyak di Amerika Serikat, bahkan di Dunia, kota New York.

Melansir dari sebuat tweet milik dari Gubernur kota New York, Andrew Cuomo, NBA telah sumbangkan 1 Juta masker bedah untuk para pekerja medis dan juga penduduk dari kota yang dia pimpin, guna untuk mencegah penyebaran dari coronavirus.

Kota New Yok adalah satu-satunya kota di Amerika Serikat dengan jumlah korban terbanyak untuk infeksi COVID-19, dengan 144.775 kasus infeksi, dengan lebih dari 3.500 korban jiwa akibat virus tersebut. Kota ini menjadikan negara Amerika Serikat berada di posisi terburuk untuk kasus COVID-19 di dunia dengan jumlah keseluruhan 311.637 kasus infeksi, dan 8.454 kasus kematian, diikuti dengan negara Italia dan spanyol di urutan selanjutnya.

(data COVID-19 terlapor pada tanggal 5 April 2020 sumber : LINK)

Jumlah korban dari COVID-19 di negara ini sangat tinggi dan cukup mengerikan, melihat dari sumber Worldmeter untuk negara Spanyol dengan jumlah keseluruhan 126.168 kasus, dan negara Italia dengan jumlah keseluruhan 124.632 kasus infeksi, maka jika dibandingkan dengan negara Amerika Serikat sangat jauh berbeda. Dan apabila kita membandingkan jumlah kematian dengan hanya di kota New York saja, kota ini telah mencapai jumlah keseluruhan 3.565, dengan negara China -Negara yang memiliki kasus terbanyak sebelumnya- memiliki jumlah 3.329 kasus kematian untuk COVID-19, kita dapat menyimpulkan bahwa kota New York benar-benar dalam masalah yang sangat besar. Semua pihak medis melakukan berbagai penelitian untuk mengetahui dimana sumber virus ini berasal.

Meskipun pihak Amerika mempunyai kekhawatiran bahwa negara Cina tidak melaporkan dan menyembunyikan data kasus infeksi juga kasus kematian yang sesungguhnya, sebuah gaya klasik dari negara adidaya… Anywaaaay… kabarnya negara China pun mempunyai Claim data yang belum terkonfrimasi, dilansir dari media online Clutchpoints.

Mengingat NBA mempunyai pengikut setia yang sangat banyak dan juga memiliki Atlet ternama di Dunia yang sangat terkenal baik dibidangnya, gerakan sosial seperti ini sangat lah baik, hal ini menempatkan NBA untuk menjadi proaktif dalam pandemi global yang belum pernah terjadi sebelumnya.

NBA lah yang meramaikan olahraga basket di seluruh pelosok dunia, dan yang pertama memutuskan untuk menutup musimnya pada tanggal 11 maret lalu, setelah dilaporkan bahwa atlet Rudy Gobert dari Utah Jazz dikonfirmasi terinfeksi COVID-19.

%d bloggers like this: