June 24, 2021

Jagat Olahraga

Berita Olahraga, Berita Bola, Terbaik dan Terpercaya, Berita Politik, Hukum, Sosial, Budaya Seputar Nasional dan Internasional.

Harun Masiku

KPK Perpanjang Lagi Masa Pencegahan Harun Masiku ke Luar Negeri Hingga 6 Bulan

Macaubet via Jagatolahraga.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang masa pencegahan ke luar negeri terhadap bekas calon anggota legislatif Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Harun Masiku.

Harun Masiku adalah tersangka tersangka kasus dugaan suap pergantian antar-waktu (PAW) anggota DPR periode 2019-2024, yang ikut menyeret eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan dan dua kader PDIP, Saeful Bahri dan Agustiani Tio Fridelina.

Dia sudah menjadi buronan KPK selama 6 bulan sejak ditetapkan sebagai tersangka pada 9 Januari 2020.

“Dalam rangka mendukung proses penyidikan, KPK memperpanjang masa mencegah/melarang bepergian ke luar negeri terhadap tersangka HAR,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri lewat keterangan tertulis, Senin (20/7/2020).

Ali mengatakan, Harun Masiku dicegah ke luar negeri terhitung sejak 10 Juli 2020, dan berlaku sampai dengan enam bulan ke depan.

“Surat permohonan perpanjangan larangan bepergian ke luar negeri tersebut telah KPK kirimkan ke Ditjen Imigrasi Kemenkumham,” terangnya.

Saat ini, Ali melanjutkan, KPK tetap menjalin koordinasi dengan pihak Kepolisian dan Keimigrasian, untuk terus mencari dan menangkap Harun Masiku.

“Perkembangannya nanti akan kami informasikan lebih lanjut,” ujar Ali.

Pencegahan terhadap Harun Masiku pertama kali dilakukan KPK pada 13 Januari 2020, empat hari setelah dirinya ditetapkan sebagai tersangka. Sebelumnya, KPK mengaku masih tidak mengetahui keberadaan mantan calon anggota legislatif PDIP Harun Masiku.

Harun Masiku merupakan tersangka kasus dugaan suap pergantian antar-waktu (PAW) anggota DPR periode 2019-2024, yang ikut menyeret eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan dan dua kader PDIP, Saeful Bahri dan Agustiani Tio Fridelina.

Dia sudah menjadi buronan KPK sejak ditetapkan sebagai tersangka pada 9 Januari 2020. Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, pihaknya belum mendapatkan informasi Harun Masiku pergi ke luar negeri.

“Tentunya sudah dilakukan cegah, kemudian ke luar negeri pasti ada info.”

“Tapi laporan ke kami enggak ada yang masuk saat ini.”

“Kalau memang keluar masuk, lalu lintas orang pasti ada,” kata Ali melalui pesan singkat, Jumat (17/7/2020).

Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) menyebut Harun Masiku sudah meninggal dunia. Namun, KPK, kata Ali, belum bisa mengonfirmasi kebenaran tersebut.

“Sampai saat ini KPK tidak bisa mengonfirmasi hal itu dengan data yang valid, misalnya bahwa yang bersangkutan meninggal dunia,” tuturnya.

Pada intinya, kata Ali, KPK sudah berkoordinasi dengan kepolisian dalam rangka memburu Harun Masiku. Namun, hingga kini, belum ada laporan dari kepolisian yang masuk ke KPK.

“Sudah kita sampaikan ke kepolisian tentu ada informasi-informasi yang jika memang terjadi pasti akan ada informasi yang masuk.”

“Sampai sejauh ini belum ada informasi yang masuk ke KPK terkait keberadaan HAR,” paparnya.

Ali kemudian menegaskan, proses penyidikan terhadap Harun Masiku tetap berlanjut, meski yang bersangkutan belum dapat ditemukan.

“Oleh karena itu, tentu terus dilakukan pencarian, dan pemberkasannya juga terus berjalan, penyidikannya juga terus berjalan.”

“Bukan berarti kemudian tersangka belum ditemukan kemudian berkasnya berhenti, tidak,” tegasnya.

Sementara, adanya ide agar Harun Masiku diadili secara in absentia, Ali mengatakan tim jaksa penuntut umum (JPU) KPK akan menganalisisnya terlebih dahulu.

“Bahwa ada wacana in absentia, sekali lagi itu pilihan terakhir dari KPK.”

“Ketika memang nanti setelah dianalisa lebih lanjut oleh tim JPU, tentu akan bersikap apakah akan dilakukan in absentia atau tidak,” bebernya.

Perkara suap ini bermula ketika caleg PDIP dari Daerah Pemilihan Sumatera Selatan I Nazarudin Kiemas meninggal. Nazarudin memperoleh suara terbanyak di Dapil itu. KPU memutuskan mengalihkan suara yang diperoleh Nazarudin kepada Riezky Aprilia, caleg PDIP dengan perolehan suara terbanyak kedua di Dapil I Sumatera Selatan.

Akan tetapi, Rapat Pleno PDIP menginginkan agar Harun Masiku yang dipilih menggantikan Nazarudin. PDIP sempat mengajukan fatwa ke Mahkamah Agung dan menyurati KPU agar melantik Harun Masiku. KPU bersikukuh dengan keputusan melantik Riezky. Suap yang diberikan kepada Wahyu Setiawan diduga untuk mengubah keputusan KPU tersebut. Hingga kini, Harun Masiku masih buron.

Narasi meninggalnya Harun Masiku kembali dilontarkan oleh Koordinator MAKI Boyamin Saiman di acara Aiman Kompas TV, Senin (11/5/2020). Boyamin menegaskan, soal meninggalnya Harun Masiku berdasarkan analisis.

“Tidak mendadak sih kalimatnya, karena ini hanya berdasarkan sifatnya analisis saja,” ujar Bonyamin.

Sebab, pihaknya mengaku bisa melacak koruptor kakap mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi, berbeda dengan Harun Masiku.

“Bahwa Nurhadi itu hampir tiap minggu, bahkan seminggu ada dua kali empat klaster informan datang ke saya untuk memberitahu tentang hartanya, transaksi keuangannya.”

“Bahkan ada yang memberikan foto rekeningnya, tapi saya enggak buka rekeningnya karena rahasia bank.”

“Nah, untuk Harun Masiku ini sama sekali blank,” imbuh Boyamin.

Boyamin menyebutkan, penelusuran terakhir mengenai Harun Masiku terjadi sejak tiga hingga enam bulan lalu. Dari pelacakan itu, Harun Masiku sempat meminta uang rekannya untuk membeli tiket pesawat.

“Dan penelusuran saya yang paling jauh itu, itu hanya ketemu temannya Harun Masiku yang sudah tiga bulan, enam bulan yang lalu.”

“Yang berkaitan pernah saya katakan dimintai tiket pesawat.”

“Jadi prapradilan itu, karena kemudian berpikirnya KPK ini tidak mengembangkan bahwa Harun Masiku untuk tiket saja minta temannya, bahasa saya kan tidak kuat membeli,” jelasnya.

Boyamin menuturkan, Harun Masiku sebelum Virus Corona melanda, sempat ke Palembang.

“Nah, dari situlah kemudian sejauh yang saya lebih aktif gitu dibandingkan Harun Masiku, untuk melacak-lacak misalnya juga ke Palembang, waktu masih belum Corona.”

“Itu juga blank karena aktivitas selama kampanye pun tidak banyak di sana,” ujarnya.

Namun, kini sudah tidak diketahui di mana keberadaan Harun Masiku sama sekali.

“Dan setelah kapalnya selesai juga enggak pernah ke Palembang lagi.”

“Dan di Makassar juga enggak ada, di Jakarta juga enggak ada,” bebernya.

Menyikapi hal ini, Mabes Polri yang diminta KPK ikut menangkap Harun Masiku, mengaku masih tetap melakukan pencarian.

“Polri masih berupaya mencari Harun Masiku, dalam rangka membantu KPK,” ‎ ungkap Kabag Penum Mabes Polri Kombes Ahmad Ramadhan saat dimintai konfirmasi, Rabu (13/5/2020).

Sebelumnya, Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman berencana membuat laporan orang hilang ke polisi. Orang hilang yang dimaksud adalah Harun Masiku, tersangka kasus suap terhadap mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan.

“Saya berencana membuat laporan polisi orang hilang terkait Harun Masiku.”

“Sejak dia hilang itu berarti kan sejak ada operasi tangkap tangan (OTT),” ujar Boyamin ketika dihubungi Tribunnews, Rabu (6/5/2020).

Berdasarkan peraturan undang-undang, Boyamin mengatakan orang yang hilang sampai dua tahun atau tidak diketemukan dalam jangka waktu tersebut, akan dinyatakan meninggal dunia. Dia sendiri berencana melakukan pelaporan orang hilang tersebut karena dua hal.

Pertama, bila memang Harun Masiku tak diketemukan hingga dua tahun, maka ada konsekuensi hukum tersendiri. Yakni, apabila dia memiliki warisan, warisan dapat diberikan kepada ahli waris.

“Kemudian kalau dia punya istri, istrinya bisa menikah lagi jika yang bersangkutan ingin menikah lagi,” kata dia.

Kedua, Boyamin berharap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) cepat bergerak dan menemukan Harun Masiku. Sebab, jika dianggap meninggal dunia, maka penyidikan akan dihentikan.

“Salah satu penghentian penyidikan itu kan kalau meninggal dunia.”

“Nah, maksud saya kalau ini benar-benar Harun Masiku sampai dua tahun enggak diketemukan kan harus di-SP3.”

“Artinya ini berbalik menjadi bumerang kepada KPK yang tidak mampu menemukan Harun Masiku,” jelasnya.

Kepada Tribunnews, Boyamin mengatakan pelaporan orang hilang kepada polisi tersebut tidak akan dilakukan dalam waktu dekat. Boyamin mengaku akan melakukannya setelah Lebaran atau saat pandemi Covid-19 mereda.

“Ya kira-kira (pelaporannya) setelah Lebaran, setelah Corona agak mereda,” ucapnya.

Sebelumnya, Boyamin Saiman masih bersikukuh Harun Masiku telah meninggal. Namun, ketika disinggung apakah memiliki bukti perihal meninggalnya Harun Masiku, Boyamin mengaku tak memiliki bukti.

Ia hanya membandingkan kasus Harun Masiku dengan kasus eks Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi.

“Enggak punya (bukti).”

“Karena buktinya atau pendukungnya cuma satu.”

“Yaitu Nurhadi itu hampir tiap hari ada yang memberi update informasi ke saya dengan data yang valid,” ujar Boyamin ketika dihubungi Tribunnews, Selasa (5/5/2020).

Boyamin menjelaskan, update informasi seputar Nurhadi selalu masuk kepadanya. Mulai dari harta, rekening, tempat tinggal, hingga tempat menukar uang yang bersangkutan di money changer.

“Itu selalu ada (informasi), sampai terakhir minggu kemarin masih ada,” kata dia.

Namun, berbeda halnya dengan Harun Masiku.

Boyamin mengungkap tak ada sama sekali informasi terkait mantan caleg dari PDIP tersebut. Dia pun menegaskan tak memiliki bukti foto atau lainnya. Keyakinanlah yang membuat dirinya percaya Harun Masiku telah meninggal dunia.

“Sementara Harun Masiku itu tidak pernah ada satu pun yang memberikan akses informasi ke saya, sama sekali enggak ada.”

“Enggak ada sama sekali bukti (foto). Hanya berdasarkan keyakinan,” jelasnya.

Boyamin mengaku berharap dengan pernyataannya tersebut Harun Masiku akan muncul ke publik. Namun, hingga saat ini yang bersangkutan tak kunjung menunjukkan batang hidungnya.

“Sebenarnya statement saya itu memancing biar dia muncul.”

“Tapi nyatanya enggak muncul, jadi saya semakin yakin dia meninggal,” cetusnya. (Ilham Rian Pratama)


Sponsored by:

Klik Gambar dibawah ini untuk meraih kesempatan menangkan hadiah jutaan rupiah!!!

Kartu Online

Hallo bosku, Bingung mau cari situs Togel dan judi online terpercaya
Yuk gabung bersama Macaubet
1 user ID untuk semua permainan
Proses Deposit & Witdraw Tercepat Terpercaya butuh proses 3 sampe 5 menit saja.
Minimal Deposit Rp. 50.000
Macaubet adalah satu-satunya situs judi online terlengkap dan terpercaya sejak tahun 2003

untuk informasi bosku bisa menghubungi:
Whatsapp CS resmi:
WA : +6281324774100
WA : +6281225179241
.
.
ikuti juga promo-promo menarik lainnya, dengan hadiah Total Rp. 7.500.000.000 (7,5 Milyar)
syarat nya gabung di group facebook kami: https://bit.ly/35OofJ8
bagi yang belum gabung segera gabung bosku^_^
nikmati sensasi bermain game dengan Macaubet, dan raih kesempatan menangkan uang Jutaan rupiah!!

Macaubet adalah situs judi dan taruhan online yang selalu berkomitmen memberikan pelayanan terbaik untuk setiap membernya. Macaubet sudah berdiri sejak tahun 2003 di indonesia dan telah terpercaya sebagai situs judi terbaik dan terpercaya.


%d bloggers like this: