June 24, 2021

Jagat Olahraga

Berita Olahraga, Berita Bola, Terbaik dan Terpercaya, Berita Politik, Hukum, Sosial, Budaya Seputar Nasional dan Internasional.

Terkadang kita hanya perlu meluangkan waktu sejenak dan melihat sekeliling untuk bisa menghargai Planet ini.

Adakah Berita yang Menyenangkan Dibalik Pandemi Coronavirus?

MNM” the unknown writer from another space “see the world through my eyes”

Di tengah ketakutan, kekhawatiran, dan ketidakpastian seputar pandemi coronavirus, hari demi hari tampaknya membawa berita yang lebih buruk daripada hari sebelumnya.

Penyebab keprihatinan memang dibenarkan. Tetapi, sama seperti dalam halnya kebanyakan bencana besar, tragedi, dan ancaman kesehatan masyarakat yang pernah terjadi, ada beberapa alasan untuk selalu berharap baik, dan bahkan tetap memiliki rasa optimisme yang tinggi. hal seperti ini mungkin sulit untuk dilakukan disaat seperti ini, bahkan jika Anda tipe orang yang skeptik atau pribadi yang “selalu berfikiran buruk”. Tetapi jika kita lebih teliti, hal-baik sebenarnya ada di balik semua ini. Berikut ini beberapa poin penting untuk kita ketahui.

Kabar Baik Dibalik Pandemi Coronavirus

  • Kebanyakan Korban Dengan Infeksi COVID-19 Telah pulih.
    Diperkirakan saat ini menunjukkan bahwa 99% orang yang terinfeksi virus COVID-19 akan pulih. Bahkan untuk sebagian korban tidak memiliki gejala sama sekali. Dan sementara ribuan orang telah meninggal, angka kematian dari keseluruhan adalah sekitar 1% (atau bahkan mungkin lebih rendah), jauh lebih sedikit daripada MERS (sekitar 34%), SARS (sekitar 11%), atau Ebola (90%), meskipun lebih tinggi dari flu musiman rata-rata (0,1%). Kehilangan nyawa yang disebabkan oleh penyakit ini memang mengerikan dan kasusnya jauh lebih banyak dari yang diharapkan, tetapi faktanya jumlah korban yang telah pulih lebih banyak.
  • Sangat Sedikit Anak-anak Untuk Menjadi Korban Infeksi dan Mereka memiliki Gejala yang Lebih Ringan.
    Menurut CDC (Centers for Disease Control and Prevention), sebagian besar infeksi sejauh ini telah menimpa orang dewasa. Dan ketika anak-anak terinfeksi, mereka cenderung memiliki gejala yang lebih ringan. Untuk anak-anak dan para orang tua, hal tersebut adalah kabar yang baik. Namun, penting untuk dicatat bahwa anak-anak dapat mengembangkan dan menularkan infeksi. Sebuah studi, baru-baru ini dari Cina pada awal wabah menunjukkan bahwa sejumlah kecil anak-anak, terutama bayi dan balita, dapat mengembangkan infeksi serius. Seperti yang berlaku secara umum, kemungkinan anak-anak dapat menyebarkan infeksi tanpa gejala, meskipun seberapa sering hal ini terjadi tampak tidak jelas. Sangat membingungkan, meskipun beruntung, bahwa coronavirus ini tidak berperilaku seperti banyak penyakit lain, di mana orang tua dan anak muda sangat rentan.
  • Jaringan Internet Tetap Berjalan Seperti Biasanya.
    Saat ini kita memiliki cara sendiri untuk mempraktikkan jarak sosial yang setidaknya menggunakan beberapa koneksi media sosial. Orang yang terisolasi atau karantina dapat meminta bantuan melalui internet, tetap saling bersapa dengan beberapa teman, “melihat” keluarga dan dokter secara virtual, dan memberikan informasi terbaru tentang kondisi mereka melalui beberapa aplikasi yang tersedia di dunia maya.
  • Respon setiap Individu Terhadap Pandemi Di Masa Depan Semakin Meningkat.
    Pandemi COVID-19 telah mengekspos kekurangan dalam sistem perawatan kesehatan di seluruh dunia yang memberikan kesempatan untuk memperbaikinya. Misalnya, respons global yang lebih cepat, distribusi kit pengujian yang lebih baik dan lebih cepat, dan komunikasi publik yang lebih terkoordinasi dan koheren semakin lebih baik dari waktu sebelumnya.
  • Banyak Individu dan Instansi telah melangkah untuk memperbaiki situasi.
    Ada lebih dari 22 ribu orang yang mendaftarkan diri untuk menjadi relawan di Indonesia, dan Gugus Tugas untuk Percepatan Penanganan Covid-19 telah menerima donasi dari masyarakat Indonesia mencapai Rp 200 miliar. Donasi itu nantinya akan digunakan untuk penanganan pasien Covid-19 dan tenaga medis yang berjuang merawat para korban. Dan tidak hanya itu, saya sempat merasa terharu oleh sebuah video dimana Bapak Kasad (Kepala Staf TNI Angkatan Darat) mengeluarkan airmata ketika sedang melakukan video conference, disaat beliau mendengarkan perbincangan antara sang istri (ibu KASAD) dengan perawat RSPAD.
    Berikut Videonya:
  • Planet Bumi Sedang Dalam Masa Pemulihan
    Ketika pandemi COVID-19 terus menempatkan kota demi kota di bawah penguncian, ada banyak laporan yang menyoroti bagaimana membawa kehidupan seperti yang kita tahu terhenti telah berdampak sangat baik terhadap lingkungan.
    China adalah Negara pertama yang terlihat penurunan bersejarah dalam nitrogen dioksida yang berbahaya, dengan seorang ilmuwan bahkan menunjukkan bagaimana puluhan ribu nyawa dapat diselamatkan dari kematian dini yang terkait dengan polusi udara. Hal ini membuat kita sadar bahwa selama ini kita lupa dengan peran kita sesungguhnya di planet Bumi ini.

The Bottom Line

Epidemi virus korona adalah tetap menjadi masalah yang cukup besar yang diperkirakan akan semakin besar dalam beberapa minggu dan bulan mendatang. Bagi mereka yang terinfeksi dan mereka yang berusaha menghindari infeksi, ini adalah masa-masa yang cukup sulit. Namun di tengah semua kekacauan yang sedang terjadi, ada beberapa kisah positif, pesan yang baik, dan alasan untuk selalu tetap optimis.

Pada saat kewarganegaraan di setiap negara ini terpecah secara politis, kita juga dapat berharap bahwa ancaman seperti ini dapat menyatukan kita dengan cara-cara yang membantu kita untuk mengenali keragaman: kita semua manusia, kita semua bisa sakit, dan kita semua merasa khawatir tentang orang-rang yang kita cintai, kita tidak dibedakan dengan status, agama, ras, bahkan jenis kelamin sekalipun, dan peran terpenting kita di Planet ini adalah kita hanyalah satu-satunya makhluk yang dapat menghancurkan ataupun menyelamatkan planet bumi yang kita tinggali.

Kita semua dipersatukan oleh Pandemi ini, dan ini adalah kabar terbaik yang pernah saya dengar selama ini.

Diclaimer: Pendapat yang dikemukakan dalam artikel ini adalah dari penulis dan tidak mencerminkan sikap resmi dari Jagat Olahraga


%d bloggers like this: