June 24, 2021

Jagat Olahraga

Berita Olahraga, Berita Bola, Terbaik dan Terpercaya, Berita Politik, Hukum, Sosial, Budaya Seputar Nasional dan Internasional.

Sumber Gambar diambil dari akun instagram @crist.tarigan

Salah Satu Musisi Berbakat Indonesia Glenn Fredly Meninggal Dunia di usia 44 Tahun

JakartaGlenn Fredly Deviano Latuihamallo, penyanyi dan penulis lagu POP, R&B terkenal di Indonesia, meninggal pada Rabu malam di Rumah Sakit Setia Mitra di Jakarta Selatan, di usia 44 Tahun.

Teman dekatnya dan sesama musisi Tompi mengkonfirmasi berita itu ke Billboard Indonesia.

Berita duka kembali datang di dunia musik Indonesia. @GlennFredly meninggal dunia hari ini, Rabu, 8 April 2020. Ia menghembuskan nafas terakhir di usianya yang ke-44 tahun. Kabar duka ini dikonfirmasi oleh Tompi. Terima kasih untuk semua karyamu. Selamat jalan, Glenn Fredly.”

di tweet dari Billboard Indonesia.

Glenn dikatakan telah meninggal dikarenakan penyakit radang otak atau meningitis yang sudah dideritanya sejak lama.

Sebelumnya pada hari Rabu, istri Glenn Mutia Ayu mengunggah foto dirinya dan Glenn selama liburan di Instagram.

Ketika Gewa sudah dewasa nanti dan mengerti, Gewa pasti akan berkata “Gewa Bangga menjadi anak Perempuan Ayah”
Tuhan selalu jaga Kami 🌹I love you🌹 @glennfredly309
hari ini pas 40Hari pasca lahiran 

Dilahirkan di Jakarta pada 30 September 1975, Glenn menampilkan bakat musik sejak usia muda dengan memenangkan beberapa kompetisi menyanyi.

Dia memasuki industri musik pada 1995 setelah memenangkan kontes menyanyi. Sejak itu ia telah mengukir karir musik yang membentang selama dua dekade dengan lusinan album sebagai artis solo.

Pada tahun 2001, ia menerima Penghargaan Musik Indonesia untuk kategori R&B, dan pada tahun berikutnya ia merilis balada perpisahan yang paling terkenal, “Januari”.

Sejak saat itu, banyak lagunya yang tidak lekang oleh waktu dan selalu menjadi hits di dunia musik Indonesia, seperti “Terserah” dan “Akhir Cerita Cinta”.

Glenn tidak hanya sukses sebagai penyanyi dan penulis lagu, tetapi ia juga membintangi film layar lebar dan berkontribusi pada industri film Indonesia dengan memproduksi film seperti “Cahaya dari Timur: Beta Maluku” (2014), “Filosofi Kopi” (2015) , dan “Surat Dari Praha” (2016).

Ia juga dikenal karena perannya dalam membangun ekosistem musik yang sehat di Indonesia melalui Koalisi Musik Indonesia (KAMI), yang berkampanye melawan pelanggaran hak cipta.

Terlepas dari karirnya di bidang musik, Glenn adalah seorang juru kampanye yang blak-blakan tentang hak asasi manusia dan sangat aktif dalam kegiatan sosial.

Salah satu sahabat dalam berkakrirnya dia selalu ditemani oleh seorang photograper yang selalu setia mengabadikan momentnya dari tahun 20017, Crist Tarigan, dia pun mengucapkan perpisahan dengan memposting photo sang legenda sedang berada di panggung, serta menceritakan kisah menarik dimana mereka sering bekerja sama dan berkarya.

“2017 awal motret lo sebangga itu sih @glennfredly309 . Beberapa kali hal yang ga mungkin, slalu kita kerjain. Bikin videoclip, bikin pameran foto, Orang yang selalu ingetin gue “crist, lo berkarya, lo itu seniman sama kaya gue. Bukan pekerja”, “thanks man udah berkarya bareng gue”. Selalu itu yg diucapin. Trakhir kali bung ngajak Live IG juga ngomong “crist, live IG yuk, jngan lupa bahas buku yang lo sama @jozz_felix mau bikin. Harus jdi bro”. Foto ini foto panggung lo yang terakhir, kita hujan2an di panggung, camera gue basah semua, dan lo bilang “gue nikmatin banget hujan kmrin di bekasi crist.” Suatu kebanggaan bisa pernah berkarya dan berkolaborasi bareng bung Glenn. Bisa nganter bung ke peristirahatan lewat karya gue. Dan mksi udh di kasih gue dikesempatan untuk motret bung disaat detik2 kepergian lo kmrin bung. RIP brother”

banyak dari selebritis Indonesia mengucapkan bela sungkawanya untuk beliau, tak cuma itu, bahkan mantan Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Moazzam Malik merasa berduka dengan kepergian musisi Glenn Fredly.

Moazzam yang menjabat sebagai Dubes Inggris untuk Indonesia dari 2014 hingga 2019, mengatakan bahwa Glenn seseorang yang berpikiran maju.

“Sangat merasa sedih mendengar bahwa teman saya #GlennFredly telah meninggal dunia, musisi yang sangat berbakat, aktivis, dan pribadi yang penyayang,” tulis Moazzam di Twitter.

Beliau sempat mengeluhkan penyakitnya ini beberapa waktu lalu, namun masih sanggup beraktivitas seperti biasa. Satu bulan terakhir, Glenn mulai merasa tidak nyaman atas penyakit yang dideritanya sehingga memutuskan untuk menjalani rawat-inap,” ujar Mozes.

“Meski kondisinya menurun selama tiga hari terakhir, namun masih bisa berinteraksi hingga akhirnya mengembuskan napas yang terakhir pada 8 April 2020,” lanjutnya.

Glenn meninggalkan seorang istri Mutia Ayu dan putrinya yang baru berusia dua bulan, Gewa Atlana.

Selamat Jalan Glenn Fredly.

%d bloggers like this: