June 14, 2021

Jagat Olahraga

Berita Olahraga, Berita Bola, Terbaik dan Terpercaya, Berita Politik, Hukum, Sosial, Budaya Seputar Nasional dan Internasional.

Jagat Olahraga

Foto: Ferdian Paleka mengenai video pangniayaan dirinya yang viral di media sosial. Edited by ©Jagat Olahraga

Ferdian Paleka: Orang Tua Dan Pihak Amnesty Minta Penganiayaan Diselidiki

Macaubet via JagatOlahraga – Berawal dari sebuah video lelucon seorang YouTuber remaja dari Bandung, yang sempat viral dan dikecam oleh warga internet, berakhir dalam kasus terkenal Ferdian Paleka, Nasib malang menimpa seorang youtuber muda.

Berita Terkait: Ferdian Paleka: Kisah Malang Seorang Youtuber

Namun beberapa hari ini ada klip video yang beredar selama akhir pekan, di mana YouTuber dan teman-temannya terlihat sedang dilecehkan oleh sesama narapidana, video tersebut telah membawa babak baru ke cerita drama yang sedang ramai di perbincangkan saat ini.

Ferdian dan dua kaki tangannya, diidentifikasi sebagai TB dan Aidil, saat ini ditahan oleh Kepolisian Kota Bandung, dengan yang bersangkutan ditangkap pada hari Jumat lalu setelah hampir satu minggu pengejaran. Dia sebelumnya menghindari otoritas atas video prank di channel YouTube-nya yang sangat kontroversial, difilmkan di Bandung, yang menjadi viral beberapa minggu lalu.

Dalam video terakhir yang beredar minggu-minggu ini menunjukkan Ferdian, dengan rambut dikepala telah dicukur habis, diperintahkan oleh tahanan lain untuk melakukan tindakan memalukan, hampir telanjang bulat. Dalam satu video, Ferdian dan salah satu temannya tampak melakukan push-up sambil menangis.

Video tersebut sedikit mengganggu dan membuat orang yang menontonnya menjadi iba dan kasihan. “Cik ngomong, abdi jelema belegug kituh (Coba katakan, Aku orang kurang ajar),” seorang lelaki terdengar berbicara dengan meng-intimidasi Ferdian dalam bahasa Sunda, yang dipatuhi oleh YouTuber.

Kualitas dari video yang beredar tersebut membuat para penontonnya sulit untuk membedakan antara orang-orang yang terlibat, tetapi di video tersebut jelas menunjukan bahwa yang diyakini salah satu dari Ferdian atau dua temannya, disuruh masuk ke dalam tong sampah kuning besar.

Klip lain menunjukkan orang ini didorong di tempat sampah oleh temannya, sementara salah satu tahanan mengejek mereka dengan, “Hai teman-teman, ini yang disebut sampah,” dengan nada yang biasanya digunakan oleh YouTubers untuk berbicara kepada pemirsa mereka.

Video Penganiayaan Ferdian Paleka yang viral di media sosial

Orang tua Ferdian, TB, dan Aidil, melalui pengacara mereka Rohman Hidayat, menyatakan kemarahan mereka atas penghinaan yang dialami oleh anak-anak mereka, yang telah menyebar dan dengan demikian tersedia untuk dilihat publik. Video tersebut telah mendorong mereka untuk meminta penangguhan penahanan untuk anak-anak mereka, yang menurut laporan akan diajukan pada hari ini.

“Kami menyesalkan pelecehan yang terjadi ketika [mereka] berada dalam tahanan [polisi], hal ini benar-benar membuat kita sebagai orang tua sangat marah dan sedih karena mereka melihat anak-anak mereka di telanjangi dan videonya menjadi viral. [Mereka diperintahkan untuk melakukannya] melakukan push up dan terlihat ada pemukulan,” kata Rohman seperti dikutip kemarin.

Rohman mengatakan para orang tua akan menjamin bahwa mereka bertiga tidak akan melarikan diri atau mengulangi tindakan mereka.

Kepala Kepolisian Kota Bandung Ulung Sampurna Jaya mengatakan orang tua bebas untuk mengajukan penangguhan, tetapi mencatat bahwa keputusan akhir akan ditentukan oleh penyidik.

“Apa yang kita ketahui saat ini adalah bahwa para tersangka dalam kondisi aman, mereka dalam keadaan sehat dan sekarang mereka berada di sel-sel penahanan yang terpisah,” kata Ulung.

Polisi telah melacak dan menyita telepon yang digunakan untuk merekam video, yang dilaporkan milik seorang narapidana. Ulung menuduh telepon itu diselipkan ke dalam paket makanan yang dikirim dari seorang pengunjung. Narapidana yang memfilmkan pelecehan, penjaga penjara, serta pengawas yang bertanggung jawab hari itu dilaporkan telah diperiksa.

Untuk video prank pertamanya yang sangat viral dan kontroversial, Ferdian didakwa dengan pencemaran nama baik secara online berdasarkan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), yang dijatuhi hukuman penjara empat tahun maksimum, serta sengaja melanggar hukum dan membahayakan orang lain, yang dapat dihukum hingga 12 tahun penjara di bawah kebijakan yang sama.

Pihak Amnesty Minta Penganiayaan Ferdian Paleka Diselidiki

Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, mengatakan bahwa Pemerintah Indonesia harus tegas dan memberikan para tahanan rasa aman, serta terbebas dari tindakan kejam.

“Insiden ini harus segera diselidiki sampai tuntas dan mereka yang diduga bertanggung jawab harus diadili melalui proses yang adil,” ujar Usman dalam keterangan tertulis, Senin, 11 Mei 2020.

Usman mengatakan, Polisi juga harus mengambil langkah-langkah efektif untuk mencegah insiden yang sama terulang di dalam penjara. Menurut Usman, tindakan Ferdian terhadap para transpuan seperti yang ditayangkan di channel akun Youtube miliknya, memang tidak dapat dibenarkan. Tapi, kata dia, bukan berarti bahwa Ferdian boleh dan pantas dianiaya.


Sponsored by:

Klik Gambar dibawah ini untuk meraih kesempatan menangkan hadiah jutaan rupiah!!!

Macaubet adalah situs judi dan taruhan online yang selalu berkomitmen memberikan pelayanan terbaik untuk setiap membernya. Macaubet sudah berdiri sejak tahun 2003 di indonesia dan telah terpercaya sebagai situs judi terbaik dan terpercaya.


%d bloggers like this: