June 13, 2021

Jagat Olahraga

Berita Olahraga, Berita Bola, Terbaik dan Terpercaya, Berita Politik, Hukum, Sosial, Budaya Seputar Nasional dan Internasional.

Putri (24) dan Dani (27) di acara tunangan mereka yang berlangsung tanggal 21 Maret 2020

Aku, Kau, KUA dan Corona: Petugas Pernikahan Lawan COVID-19 Atas Nama Cinta

Jarak sosial: waktu untuk menunda pernikahan?

Apakah sudah waktunya untuk pernikahan sederhana? Dengan adanya konsultasi jarak sosial, banyak pasangan calon suami istri di Indonesia diperkirakan akan menunda atau membatalkan pernikahan mereka – terutama jika mereka awalnya dijadwalkan antara bulan Maret dan April.

Sebut saja Siti Hanipah Putri, (24), atau biasa dipanggil Putri, seorang wanita karir yang tinggal di kota yang dikenal sebagai kota hujan, Bogor. Dia berencana untuk mengakhiri masa single-nya ditahun ini, mengatakan bahwa sebagian besar dari rencananya telah berjalan lancar, dimana dia telah mengadakan acara tunangan dengan calon suami nya Syukur Ramdani Shaleh, atau biasa dipanggil Dani (27), beberapa hari yang lalu.

Namun setelah melihat kondisi yang terjadi pada saat ini, dimana pandemi COVID-19 yang sedang menyerang negara Indonesia dan juga 160 Negara bagian lainya di dunia, mereka sang calon pengantin harus bersiap-siap untuk mempunyai Plan B atau rencana cadangan, meskipun mereka berencana menikah di bulan Agustus mendatang.

Putri dan Dani mengatakan bahwa dia tidak terlalu khawatir, karena mereka sangat yakin jika pandemi ini akan cepat berlalu, tapi Jika periode darurat COVID-19 bertahan lebih lama dari bulan Agustus, rencana untuk menunda resepsi pernikahan mereka harus diputuskan. Putri dan Dani mengatakan tanpa kehilangan optimis dan tetap berdoa berharap agar pandemi COVID-19 ini segera berlalu, mereka mau tidak mau harus mempersiapkan opsi penjadwalan ulang untuk pernikahan yang telah dijadwalkan tersebut. meskipun dalam rencana mereka belum mempertimbangkan kemungkinan wabah COVID-19 yang berlangsung hingga akhir tahun ini.

Dengan kemungkinan mengadakan resepsi pernikahan dalam waktu dekat terlihat semakin tidak mungkin dan beresiko dan akan menjadi ide yang buruk. Meskipun begitu Putri dan Dani bukan satu-satunya pasangan yang berencana untuk menikah tahun ini, dan tetap optimis bahwa segalanya dapat kita lalui bersama. Mereka adalah salah satu diantara kita yang percaya bahwa pandemi Covid-19 ini akan segera berakhir, apabila kita mau mengikuti aturan yang disarankan oleh pihak medis.

Tapi Banyak orang berpendapat bahwa “cinta dapat mengalahkan segalanya”, dan itu mungkin benar terutama saat ini selama pandemi coronavirus, karena pasangan di Indonesia melanjutkan rencana pernikahan mereka meskipun ada kemungkinan yang sangat nyata untuk terinfeksi.

Pejabat pernikahan dari Kantor Urusan Agama (KUA) dilaporkan masih menerima panggilan untuk menikahkan dua sejoli di acara pernikahan dalam beberapa bulan terakhir, tetapi dengan beberapa kondisi tindakan pencegahan tambahan dari Kementerian Agama.

“Pendaftaran pernikahan masih bisa dilakukan oleh KUA. Kami telah mengeluarkan kebijakan tentang bagaimana proses itu masih bisa dilakukan sambil mematuhi langkah-langkah pencegahan terhadap penyebaran COVID-19, ”kata Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Kamaruddin Amin dalam sebuah pernyataan resmi.

Ada tiga hal yang sekarang harus diperhatikan ketika mengikat simpul di KUA. Pertama, tidak lebih dari 10 orang yang dapat berpartisipasi atau menghadiri upacara pernikahan, dan itu sudah termasuk pengantin.

Kedua, semua peserta diharapkan untuk mencuci tangan atau menggunakan “hand sanitize” saat mengenakan masker sebelum memasuki ruangan. Terakhir, pejabat KUA dan pengantin pria harus mengenakan sarung tangan dan topeng ketika mereka biasanya berjabat tangan selama ijab kabul (upacara pernikahan).

Untuk ijab kabul yang diadakan di tempat-tempat selain kantor KUA, kebijakan tersebut menyatakan bahwa itu harus diadakan di luar ruangan (outdoor) atau di ruangan yang berventilasi cukup baik, dengan protokol yang sama seperti di atas.

Selain itu, beberapa layanan KUA akan ditunda untuk saat ini, termasuk bimbingan pernikahan dan konsultasi untuk pasangan.

Seperti dilansir disalah satu media informasi hari ini, banyak kepala kantor KUA di Jawa Timur telah menerapkan peraturan baru tersebut. Muhammad Robih, yang mengepalai kantor KUA di sub-distrik Deket, Kabupaten Lamongan, mengatakan para pejabat pernikahan di wilayah tersebut telah menggantikan jabat tangan dengan namaste untuk menghindari semua kontak fisik.

“Ini berarti bahwa kita, khususnya, dan semua warga negara akan dijauhkan dari berbagai jenis penyakit berbahaya,” kata Robih.

%d bloggers like this: